Membersihkan abu vulkanik tidak bisa asal cepat. Berbeda dari debu biasa yang terbilang lembut, partikel abu vulkanik yang tampak sangat kecil mengandung silika dan material kaca vulkanik bersudut tajam. Begitu terhirup atau mengenai mata dan kulit, abu bisa memicu batuk, iritasi tenggorokan, sesak napas, mata perih dan memerah, hingga gatal pada kulit. Partikel abu vulkanik juga mudah menggores permukaan dan merusak alat elektronik, sehingga harus dibersihkan dengan metode yang tepat.
Tips Membersihkan Abu Vulkanik
Jika tidak dibersihkan dengan hati-hati, abu vulkanik justru beterbangan dan menyebar ke area yang lebih luas. Akibatnya, rumah masih tetap kotor, kesehatan terganggu, saluran air menjadi tersumbat, bahkan perabot dan alat elektronik di rumah bisa rusak. Supaya hal itu tidak terjadi, berikut ini tips membersihkan abu vulkanik yang perlu diperhatikan.
Gunakan Masker dan Pelindung Mata

Untuk melindungi diri dari paparan abu vulkanik, minimal gunakan masker, kacamata pelindung (goggles), sarung tangan, pakaian lengan panjang, dan sepatu. Idealnya gunakan masker KN95 atau N95 dan pastikan menempel rapat di wajah.
Jangan Disapu
Abu vulkanik sangat ringan dan mudah beterbangan, sehingga menyapunya hanya akan membuat partikelnya menyebar ke seluruh ruangan. Solusinya, beri sedikit percikan air pada lapisan abu yang kering agar butirannya menggumpal. Dengan demikian, abu tidak akan beterbangan jika disapu perlahan dan lebih mudah dikumpulkan menggunakan sekop.
Jangan Disiram Air

Meski perlu diberi percikan air, tapi airnya tidak boleh berlebihan. Menyiram abu yang tebal langsung dengan segayung air justru membuatnya mengeras dan lebih sulit dibersihkan. Jika lumpur dari abu ini dibuang begitu saja, saluran air bisa tersumbat dan menghasilkan genangan.
Perhatikan Area Tertentu
Meja makan, alat masak, dan peralatan makan perlu diberi perhatian ekstra karena abu yang menempel pada area tersebut berpotensi ikut tertelan. Selain itu, selama hujan abu berlangsung, pastikan jendela dan lubang ventilasi di kamar tidur tetap tertutup. Jika abu vulkanik terlanjur masuk, membersihkan residunya dari tempat tidur akan menjadi pekerjaan yang lebih merepotkan.
Baca Juga! 8 Rekomendasi Vacuum Cleaner Terbaik dengan HEPA Filter
Bersihkan dengan Vacuum Cleaner

Untuk lapisan abu yang tipis, bersihkan menggunakan vacuum cleaner yang dilengkapi filter HEPA. Filter jenis ini mampu menahan partikel abu yang sangat halus supaya tidak terhembus dan menyebar kembali ke ruangan. Metode ini bisa digunakan untuk membersihkan lantai, karpet, furnitur, alat elektronik, gorden, celah-celah sempir hingga langit-langit. Supaya aman, perhatikan beberapa tips membersihkan abu vulkanik menggunakan vacuum cleaner berikut ini:
- Pakai penyedot debu hanya untuk membersihkan lapisan abu yang tipis.
- Hanya gunakan wet and dry vacuum setelah abu tebal dibersihkan manual, jangan digunakan sebagai alat pembersih utama.
- Jalankan fungsi pel pada vacuum cleaner atau robot vacuum setelah abu terangkat, karena langsung mengepel hanya akan membuat butiran partikelnya menggores lantai dan merusak roller brush vacuum.
- Jangan mengoperasikan vacuum cleaner tanpa filter atau dengan filter yang sudah kotor.
- Ganti filter yang tidak bisa lagi dibersihkan atau terdapat lubang.
- Bersihkan seluruh komponen vacuum cleaner setiap selesai dipakai untuk membersihkan abu.
Jangan Menggosok Permukaan yang Terkena Abu

Material abu vulkanik bersifat abrasif, sehingga harus dibersihkan perlahan dengan gerakan menepuk atau mengusap ringan, bukan digosok. Untuk lantai, lap perlahan menggunakan kain lembap atau mop basah. Ketika membersihkan furnitur, kaca, cermin, dan alat elektronik, gunakan kain microfiber lembap kemudian tepuk-tepuk perlahan supaya tidak meninggalkan baret permanen pada permukaannya.
Segera Bersihkan Diri
Setelah selesai bersih-bersih rumah, lepas dan buang masker di luar ruangan agar partikel yang menempel tidak ikut terbawa kembali ke dalam ruangan. Setelah itu segera mandi dan keramas, lalu ganti seluruh pakaian. Baju yang terkena abu dicuci terpisah supaya partikelnya tidak menyebar ke cucian lain. Bilas dahulu pakaian di bawah air mengalir untuk merontokkan abu vulkanik, sebelum mencucinya menggunakan sabun. Bila mata atau hidung sempat terpapar, bilas dengan air bersih.
Buang Abu dengan Benar

Jangan membuang abu ke saluran air. Abu yang terkena air tidak bisa hanyut, tapi akan mengendap, menyumbat saluran air, dan sangat sulit dikeluarkan kembali. Jangan pula membuangnya ke tempat sampah rumah tangga. Bobot abu sangat berat dan material ini juga tidak seharusnya dibuang ke tempat pembuangan akhir. Kumpulkan abu dalam karung atau wadah kuat yang tertutup rapat.
Itulah beberapa tips membersihkan abu vulkanik di rumah yang perlu diperhatikan. Membersihkan abu vulkanik dengan alat dan metode yang tepat tidak hanya membuat rumah bersih, tapi kesehatan lebih terjaga, lantai tidak tergores, dan perangkat elektronik juga tetap awet. Hentikan aktivitas dan segera dapatkan pertolongan medis di fasilitas pelayanan kesehatan terdekat apabila muncul keluhan berupa sesak napas, batuk yang semakin berat, nyeri dada, atau gangguan penglihatan setelah bersih-bersih rumah.









