Penyebab Bulu Kucing Rontok dan Cara Mudah Menanganinya

Penyebab Bulu Kucing Rontok

Sofa, karpet, kasur, baju, dan gorden yang dipenuhi bulu adalah pemandangan yang biasa bagi pemilik kucing. Bulu kucing rontok sebenarnya hal yang wajar dan sama sekali tidak berbahaya karena inilah cara alami anabul memperbarui bulunya. Namun, ketika kerontokan terasa berlebihan hingga muncul botak di titik tertentu, Anda harus mencari tahu penyebab bulu kucing rontok parah dan cara menanganinya.

Penyebab Bulu Kucing Rontok

Penyebab bulu kucing rontok biasanya adalah makanan atau nutrisi yang kurang tepat, stres karena perubahan lingkungan, parasit, alergi, hingga terlalu sering dimandikan. Untuk mengetahui penyebab kerontokan secara pasti, tentunya anabul perlu diperiksakan ke dokter hewan. Berikut ini beberapa penyebab bulu kucing rontok yang harus Anda waspadai.

Kurangnya Nutrisi pada Makanan

penyebab bulu kucing rontok
Ilustrasi Kucing Sedang Makan | Gambar: Pexels.com/@tomfisk

Makanan sangat berpengaruh terhadap kesehatan bulu kucing. Makanan yang menyebabkan bulu kucing rontok bisanya rendah protein, minim omega-3 dan omega-6. Kekurangan vitamin E, biotin, dan zinc juga sering membuat bulu kucing menjadi kering, kusam, dan mudah rontok.

Pergantian Bulu

Tidak selalu makanan yang membuat bulu kucing rontok. Pada dasarnya, kucing mengalami siklus pergantian bulu untuk menyesuaikan diri dengan perubahan suhu lingkungan. Di negara dengan iklim tropis seperti Indonesia, siklus ini cenderung berlangsung sepanjang tahun, meskipun intensitasnya naik-turun. Hewan peliharaan lucu dari ras berbulu panjang seperti Persia, Maine Coon, dan Anggora merontokkan bulu lebih banyak dibanding ras berbulu pendek.

Stres dan Perubahan Lingkungan

penyebab bulu kucing rontok
Ilustrasi Kucing yang Stres | Gambar: Pexels.com/@tibszabo

Kucing sangat sensitif terhadap perubahan di sekitarnya. Pindah rumah, kedatangan hewan baru, suara bising, atau ditinggal pemilik terlalu lama bisa memicu stres. Respons umumnya adalah overgrooming, yaitu menjilati satu area berulang-ulang sampai bulunya rontok, menipis, bahkan botak.

Kutu, Tungau, dan Jamur

Kutu, tungau, dan jamur sering kali menjadi penyebab bulu kucing rontok parah. Ciri-ciri bulu kucing yang jamuran biasanya disertai gatal hebat. Kucing akan menggaruk tubuhnya hingga bulu banyak yang rontok. Selain kerontokan bulu, infeksi jamur biasanya juga menimbulkan pola kebotakan melingkar dengan kulit bersisik.

Baca Juga! ZeroTangle™ Brush, Rahasia Vacuum Cleaner Atasi Rambut dan Bulu Anabul

Terlalu Sering Dimandikan

penyebab bulu kucing rontok
Ilustrasi Memandikan Kucing | Gambar: Pexels.com/@karin-chantanaprayura

Pemilik pasti beranggapan bahwa semakin sering dimandikan, kucing akan semakin bersih. Namun, merawat kucing dengan memandikannya terlalu sering justru mengikis minyak alami pelindung kulit. Salah satu akibatnya adalah bulunya jadi mudah rontok. Biasanya hal ini diperparah dengan penggunaan sampo manusia, yang notabene pH-nya tidak cocok untuk kucing.

Alergi dan Masalah Kesehatan

Alergi makanan dan bahan pembersih lantai juga bisa memicu peradangan kulit, yang kemudian membuat bulu kucing mudah rontok. Gejalanya mirip serangan kutu, muncul sensasi gatal, kulit memerah, dan bulu rontok. Selain itu, kerontokan juga bisa disebabkan oleh masalah kesehatan yang lebih serius, seperti gangguan tiroid, penyakit ginjal, atau ketidakseimbangan hormon. Kondisi ini tentunya butuh diagnosis dokter hewan.

Cara Mengatasi Bulu Kucing Rontok

penyebab bulu kucing rontok
Ilustrasi Menyisir Kucing | Gambar: Pexels.com/@gustavo-fring

Kabar baiknya, sebagian besar penyebab bulu kucing rontok bisa dikenali dan ditangani sendiri di rumah. Kuncinya adalah dengan memahami pemicunya, memperbaiki perawatan harian, dan punya cara praktis membersihkan bulu di rumah. Simak cara mengatasi bulu kucing rontok, berikut ini.

Sisir Secara Rutin

Menyisir bulu secara rutin membantu mengontrol kerontokan, terutama pada kucing dengan bulu yang panjang. Kucing dengan bulu pendek bisa disisir 2-3 kali seminggu, sedangkan bulu yang panjang bisa disisir setiap hari. Menyisir mengangkat bulu yang sudah mati sebelum sempat berterbangan ke seluruh rumah.

Perbaiki Kualitas Makanannya

penyebab bulu kucing rontok
Ilustrasi Kucing Sedang Makan | Gambar: Pexels.com/@pppsdavid

Jika makanan adalah penyebab bulu rontok, ganti pakan yang memiliki bahan utama berupa protein hewani. Selain makanan agar bulu kucing tidak rontok, tambahan minyak ikan atau suplemen omega-3. Ini kerap diandalkan sebagai cara agar bulu kucing lebat dan tidak rontok berlebihan.

Pastikan Asupan Air Terpenuhi

Dehidrasi membuat kulit kering dan bulu mudah rontok. Supaya kucing lebih tertarik untuk minum, gunakan water fountain daripada mangkuk biasa.

Kurangi Sumber Stres

penyebab bulu kucing rontok
Ilustrasi Bermain dengan Kucing | Gambar: Pexels.com/@sam-lion

Jika stres adalah pemicunya, cobalah untuk menyediakan tempat bersembunyi, cat tree, dan ajak bermain secara teratur. Hindari juga untuk meninggalkannya sendiri dalam waktu yang lama.

Konsultasi ke Dokter Hewan

Jika kerontokan sangat parah, bahkan muncul kebotakan, luka, atau perubahan nafsu makan segera konsultasikan ke dokter. Kerontokan yang diakibatkan oleh masalah kesehatan seperti gangguan tiroid dan penyakit ginjal biasanya sulit untuk dideteksi sendiri.

Itulah beberapa penyebab bulu kucing rontok dan cara mengatasinya. Masalahnya, bulu kucing yang sehat sekalipun akan tetap rontok setiap saat. Bulu tidak hanya berjatuhan di lantai, tapi juga menempel kuat di sofa, karpet, baju, hingga kasur. Menyapu justru membuat bulu beterbangan, sedangkan lap tidak akan efektif membersihkan bulu dari karpet dan sofa.

Membersihkan Bulu Kucing dengan Vacuum Cleaner Tineco A30S Pet
Membersihkan Bulu Kucing dengan Vacuum Cleaner Tineco A30S Pet

Salah satu solusi praktis membersihkan bulu kucing yang rontok adalah dengan vacuum cleaner yang memiliki desain anti-tangle. Desain anti-tangle memiliki struktur sikat khusus yang langsung mengarahkan bulu atau rambut ke tangki debu, sehingga tidak melilit di roller brush. Desain seperti ini bisa Anda temukan pada vacuum cleaner Tineco, yang memiliki teknologi bernama ZeroTangle.

Dengan koleksi vacuum cleaner Tineco, Anda tidak akan mengalami masalah bulu hewan terlilit di roller brush. Hasilnya, daya hisap vacuum tetap stabil dan Anda tidak perlu membongkar kepala vacuum setiap selesai bersih-bersih untuk menggunting bulu yang terlilit. Tidak hanya itu, vacuum cleaner Tineco dilengkapi HEPA filter, yang efektif menangkap partikel super kecil yang terbawa bulu hewan dan menjadi pemicu alergi.

Membersihkan Bulu Kucing dengan Vacuum Cleaner Tineco Go Mini Pet
Membersihkan Bulu Kucing dengan Vacuum Cleaner Tineco Go Mini Pet

Tineco bahkan menghadirkan koleksi penyedot debu yang sangat ideal dimiliki oleh pemilik anabul, seperti Tineco A30S Pet dan Tineco Go Mini Pet. Vacuum cleaner yang dilengkapi HEPA filter dan desain anti-tangle seperti produk-produk Tineco akan menjadi investasi yang berharga bagi pemilik hewan peliharaan. Supaya membersihkan bulu kucing lebih mudah dan rumah bebas dari alergen, Anda bisa membeli vacuum cleaner Tineco di Website. Dapatkan jaminan produk asli, harga promo dan kemudahan pembayaran.

Share

This entry was posted in

and tagged

Category

Recent Post

Penyebab Bulu Kucing Rontok

Penyebab Bulu Kucing Rontok dan Cara Mudah Menanganinya

tips membersihkan karpet wol

Tips Membersihkan Karpet Wol Tanpa Merusak Serat dan Warnanya

Apartemen Scandinavian

10 Desain Apartemen Scandinavian yang Simpel, Modern, dan Elegan

Desain Dapur Minimalis

10 Desain Dapur Minimalis, Cocok untuk Ruang Sempit hingga Luas

← Pilih produk untuk melihat detail