Merawat kucing, anjing, atau hewan berbulu lainnya memang menyenangkan. Namun, banyak pemilik hewan khawatir bulu yang rontok di rumah bisa menularkan penyakit. Kekhawatiran ini beralasan, karena bulu hewan memang bisa menjadi perantara penyakit. Beberapa penyakit yang bisa ditularkan bulu hewan ke manusia adalah kurap, skabies, hingga infeksi bakteri.
Penyakit yang Ditularkan Bulu Hewan
Sebenarnya, bulu hewan tidak secara langsung menyebabkan masalah kesehatan. Masalahnya ada pada apa yang menempel di bulu tersebut. Bulu hewan biasanya membawa dander (ketombe hewan), kuman, parasit, hingga alergen dari air liur dan urine. Saat bulu rontok dan tersebar di lantai, karpet, atau menempel di sofa dan pakaian, semua partikel tersebut bisa terhirup atau bersentuhan dengan kulit manusia. Berikut ini beberapa penyakit yang ditularkan bulu hewan ke manusia.
Kurap (Ringworm)

Meski bernama “ringworm”, kurap disebabkan oleh jamur, bukan cacing. Hewan bisa terkena kurap apabila bulunya sering basah dan jarang dibersihkan. Spora jamur ini bertahan di bulu hewan dan berpindah ke manusia lewat sentuhan langsung atau benda yang terkontaminasi, seperti karpet dan sofa. Gejalanya berupa ruam merah melingkar, bersisik, dan terasa gatal.
Scabies
Scabies disebabkan oleh tungau yang hidup di kulit dan bulu hewan, terutama anjing dan kucing. Tungau ini bisa berpindah ke manusia melalui bulu hewan dan menimbulkan rasa gatal hebat, terutama di malam hari. Selain itu, gejalanya berupa bintik-bintik merah pada kulit.
Infeksi Bakteri Salmonella

Bakteri Salmonella bisa menempel di bulu hewan yang bersentuhan dengan kotorannya. Jika tangan manusia bersentuhan dengan bulu yang terkontaminasi lalu menyentuh mulut atau makanan, bakteri bisa masuk ke tubuh. Infeksi bakteri salmonella yang berasal dari bulu hewan bisa menimbulkan gejala berupa diare, demam, dan mual.
Baca Juga! 8 Rekomendasi Vacuum Cleaner Terbaik dengan HEPA Filter
Itulah beberapa masalah kesehatan yang bisa muncul akibat kontak dengan bulu hewan. Selain penyakit tersebut, bulu hewan sering kali memicu reaksi alergi pada orang yang sensitif. Alergi bulu hewan juga dipicu oleh protein dari dander, air liur, dan urine yang menempel pada bulu. Gejalanya antara lain bersin-bersin, hidung tersumbat, mata merah dan gatal, hingga ruam kulit.
Bagi orang dengan riwayat asma, alergen pada bulu hewan bisa memicu asma kambuh dengan gejala batuk-batu hingga sesak napas. Jika Anda mengalami gejala-gejala di atas setelah kontak dengan bulu hewan, sebaiknya periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Untuk mencegah penularan penyakit dari bulu hewan, Anda tentunya harus rutin membersihkan rumah.
Bersihkan Bulu dengan Vacuum Cleaner

Di rumah dengan hewan peliharaan berbulu seperti kucing atau anjing, menyapu saja tidak cukup untuk menjaga kebersihan. Sapu dan kemoceng justru bisa menerbangkan bulu beserta dander dan alergen yang menempel ke udara. Lebih baik, gunakan vacuum cleaner yang bekerja dengan menyedot bulu, debu, dan partikel-partikel kecil langsung ke dalam wadah tertutup, sehingga tidak menyebar kembali di dalam rumah.
Memilih vacuum cleaner yang efektif membersihkan bulu hewan juga tidak bisa sembarangan. Pilih vacuum cleaner yang memiliki fitur serta teknologi yang membantu mengatasi masalah bulu hewan. Koleksi vacuum cleaner Tineco misalnya, mampu mengatasi bulu hewan di berbagai permukaan, mulai dari lantai, karpet, sofa, hingga kasur.

Vacuum cleaner Tineco tidak hanya berbekal daya hisap yang kuat untuk mengangkat bulu yang terselip di serat karpet maupun yang tersebar di lantai, tapi juga dilengkapi fitur dan teknologi yang membantu mengatasi masalah bulu hewan dengan efektif seperti ZeroTangle Brush dan filter HEPA.
Sikat ZeroTangle dirancang khusus untuk mencegah bulu hewan maupun rambut rontok terlilit, sehingga bulu langsung masuk ke penampungan debu (dustbin). Hasilnya, sikat tetap bersih dari lilitan bulu dan daya hisap vacuum tetap kuat. Tidak kalah penting, vacuum cleaner Tineco menggunakan filter HEPA. Sistem filtrasi HEPA mampu menangkap hingga 99,97% partikel debu dan alergen, termasuk dander yang menempel pada bulu hewan. Dengan sistem filtrasi ini, udara yang keluar dari vacuum lebih bersih, bebas dari alergen maupun partikel penyebab penyakit.

Selain alat penyedot debu, Tineco juga memiliki seri wet and dry vacuum yang bisa menyedot kotoran sekaligus mengepel lantai dalam satu langkah. Pilihan ini cocok untuk membersihkan lantai dari bulu hingga jejak kaki hewan. Seri wet and dry vacuum Tineco juga sudah dilengkapi dengan teknologi ZeroTangle dan filter HEPA.
Memelihara hewan tetap bisa aman dan menyenangkan, asalkan kebersihan rumah selalu terjaga. Rutin mandikan dan sisir bulu hewan, cuci tangan setelah bermain, dan bersihkan rumah dengan vacuum cleaner Tineco untuk mencegah penularan penyakit melalui bulu hewan. Dapatkan koleksi lengkap vacuum cleaner Tineco melalui Website. Belanja melalui website untuk mendapatkan jaminan produk asli, menikmati penawaran harga promo, serta merasakan kemudahan pembayaran.









