Lantai epoxy memang tangguh dan estetik, tapi bukan berarti tidak memiliki kelemahan. Sebelum memutuskan untuk memasangnya, sebaiknya kenali dulu kelebihan dan kekurangan lantai epoxy. Hal ini penting, karena seperti jenis lantai lainnya, kelemahan epoxy lantai mungkin tidak bisa ditolerir sebagian orang.
Kekurangan Lantai Epoxy
Kekurangan lantai epoxy terletak pada proses pemasangannya yang membutuhkan kehati-hatian ekstra dan tampilannya yang bisa rusak akibat berbagai faktor. Selain itu, lantai epoxy bisa licin saat basah. Supaya tidak menyesal di kemudian hari, simak kekurangan lantai epoxy berikut ini.
Proses Pemasangan Panjang dan Rumit

Meski tampaknya hanya menuangkan pelapis, memasang lantai epoxy bukan pekerjaan yang bisa diselesaikan dalam sehari. Permukaan beton di bawahnya harus dibersihkan secara menyeluruh, untuk memastikan tidak ada kandungan air dan minyak, supaya hasilnya tidak menggelembung dan mudah terkelupas sendiri. Dari tahap persiapan permukaan hingga epoxy benar-benar mengering sempurna, prosesnya bisa memakan waktu beberapa hari dan selama itu ruangan tidak bisa digunakan sama sekali.
Sensitif terhadap Suhu Saat Proses Pemasangan
Epoxy sangat peka terhadap kondisi suhu dan kelembapan, terutama saat proses pemasangannya. Jika terlalu panas, reaksi kimia berlangsung terlalu cepat dan menghasilkan permukaan yang tidak rata. Jika terlalu dingin, epoxy mungkin tidak mengering dengan sempurna. Kelembapan udara yang tinggi juga bisa memunculkan lapisan berwarna keputihan yang membuat permukaannya tampak buram.
Bau Menyengat Saat Proses Pemasangan

Epoxy berbasis pelarut melepaskan senyawa organik volatil (VOC) dalam jumlah besar saat dicampur dan diaplikasikan. Uap yang dihasilkan bisa menyebabkan sakit kepala, pusing, hingga iritasi saluran pernapasan, sehingga sehingga ruangan harus dikosongkan sepenuhnya dan membutuhkan ventilasi yang sangat baik selama proses berlangsung. Bahkan, epoxy berbahan air pun tetap mengeluarkan aroma yang cukup menyengat.
Rentan Tergores Seiring Waktu
Daya tahan lantai epoxy memang sangat baik dan mampu menahan beban yang berat. Namun, epoxy cukup rentan terhadap goresan benda tajam, misalnya seperti pasir atau kerikil yang terseret. Pada epoxy dengan finishing glossy, goresan-goresan yang tipis sekalipun bisa sangat terlihat ketika terkena cahaya dan membuat lantai tampak kusam.
Baca Juga! Rekomendasi Vacuum Cleaner Terbaik Mulai dari 6 Jutaan
Sulit Diperbaiki

Meskipun lantai epoxy bisa bertahan sangat lama, tapi bukan berarti tidak bisa rusak. Goresan yang dalam atau cat epoxy lantai yang terkelupas sendiri sangat sulit diperbaiki tanpa meninggalkan bekas. Menambal area yang rusak biasanya akan menghasilkan perbedaan warna atau kilap yang kentara, terutama pada lantai epoxy yang sudah lama terpasang. Jika terjadi kerusakan parah, satu-satunya cara untuk mengembalikan tampilan yang seragam adalah dengan melakukan resurfacing secara menyeluruh, tidak seperti lantai keramik atau vinyl yang tinggal mengganti bagian yang rusak saja.
Rentan terhadap Paparan Sinar UV
Meski kerap digunakan untuk area luar ruangan, epoxy standar sebenarnya tidak tahan terhadap sinar ultraviolet. Jika terkena paparan sinar matahari langsung dalam jangka panjang, permukaan epoxy akan berubah menjadi kusam. Masalah ini sebenarnya bisa diatasi menggunakan topcoat polyurethane atau polyaspartic yang tahan UV, tetapi membutuhkan biaya lebih dan pemasangannya lebih lama.
Licin Saat Basah

Finishing glossy yang membuat epoxy terlihat mengkilap tidak selamanya bagus untuk lantai, karena bisa menjadi sumber bahaya saat terkena air atau tumpahan minyak. Permukaan epoxy yang halus bisa sangat licin dan meningkatkan risiko terpeleset dalam kondisi basah. Memang tersedia bahan anti-selip yang bisa ditambahkan, tapi tampilan lantai menjadi berubah dan mungkin tidak sesuai keinginan.
Itulah kekurangan lantai epoxy yang harus dipertimbangkan sebelum menggunakannya. Jika Anda sedang merencanakan renovasi atau pembangunan rumah, lantai epoxy tetap bisa masuk dalam daftar pertimbangan karena perawatannya cukup mudah. Di lingkungan rumah tinggal, lantai epoxy biasanya digunakan di garasi, carport, gudang, dan area cuci, karena permukaannya mampu menahan beban kendaraan dan mudah dibersihkan dari tumpahan oli atau air sabun.

Lantai epoxy juga cocok untuk area dapur basah, karena permukaannya yang tidak berpori mencegah rembesan minyak dan pertumbuhan bakteri. Yang terpenting, lantai epoxy rutin dibersihkan dan lebih baik digunakan untuk area yang tidak terkena sinar matahari langsung. Selain disapu dan dipel secara manual, lantai epoxy juga aman dibersihkan menggunakan vacuum cleaner. Untuk mempermudah perawatan lantai epoxy, Anda bisa menggunakan vacuum cleaner dari Tineco.
Produk vacuum cleaner Tineco tidak hanya dirancang dengan teknologi canggih, tapi juga aman untuk berbagai jenis lantai, termasuk lantai epoxy. Tineco mempunyai berbagai jenis vacuum cleaner, termasuk tipe penyedot debu saja hingga wet and dry vacuum, yang mampu menyedot kotoran sekaligus mengepel dalam sekali jalan. Jika Anda ingin lantai epoxy tetap bersih, terawat, dan tahan lama tanpa perlu repot, saatnya membeli vacuum cleaner Tineco di Website. Dapatkan jaminan produk asli, harga promo dan kemudahan pembayaran.