Puasa Ramadhan sering dimanfaatkan sebagai momen untuk menurunkan berat badan. Pola dan waktu makan yang berubah, yakni hanya saat berbuka hingga sahur, memang sangat membantu mengontrol asupan kalori. Namun, cara agar berat badan turun saat puasa tidak bisa sembarangan.
Tips Diet Saat Puasa
Jika dilakukan dengan tepat, puasa bisa membantu mengurangi lemak tubuh, memperbaiki metabolisme, dan akhirnya menurunkan berat badan. Namun, tak sedikit orang justru mengalami kenaikan berat badan selama Ramadhan. Penyebabnya beragam, mulai dari menu berbuka, porsi makan yang besar, hingga kurang beraktivitas. Lantas, bagaimana cara diet saat puasa Ramadhan agar efektif dan badan tetap sehat? Simak beberapa tips diet saat puasa Ramadhan berikut ini.
Perbanyak Asupan Serat dan Protein

Salah satu kunci agar berat badan lebih terkontrol adalah memilih menu diet saat puasa. Pastikan untuk memperbanyak asupan serat dan protein, yang membantu Anda merasa kenyang lebih lama dan menjaga sistem pencernaan tetap lancar. Kombinasi makanan seperti sayuran hijau, buah-buahan segar, kacang-kacangan, telur, ayam, tahu, atau tempe, bisa menjadi pilihan yang tepat untuk santapan sahur dan berbuka.
Pilih Makanan dengan Karbohidrat Kompleks
Karbohidrat tetap dibutuhkan sebagai sumber energi. Salah satu tips diet sehat yang bisa Anda lakukan adalah memilih karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oatmeal, roti gandum, atau ubi, alih-alih nasi putih. Karbohidrat kompleks dicerna lebih lambat sehingga tubuh tidak cepat lapar dan kadar gula darah lebih stabil, dibandingkan karbohidrat sederhana seperti nasi putih atau makanan berbahan tepung.
Batasi Makanan dan Minuman Manis

Berbuka dengan yang manis memang dianjurkan, tapi bukan berarti bisa sembarangan. Batasi konsumsi sirup atau aneka minuman manis lainnya karena terlalu banyak gula akan menyebabkan lonjakan gula darah secara cepat, yang kemudian turun drastis dan membuat tubuh lapar kembali. Sebaiknya pilih alternatif yang lebih sehat seperti kurma atau buah-buahan yang manis.
Jangan Makan Berlebihan
Rasa lapar yang timbul setelah seharian berpuasa membuat sebagian orang ingin “balas dendam” dan makan banyak saat berbuka. Padahal, makan dalam porsi besar sekaligus membuat sistem pencernaan bekerja terlalu berat dan kalori yang masuk melebihi kebutuhan harian. Cobalah berbuka secara bertahap, mulai dengan air putih dan kurma atau buah, kemudian beri jeda sebelum makanan utama. Jangan lupa untuk ambil porsi secukupnya supaya berat badan tetap stabil.
Baca Juga! 7 Rekomendasi Vacuum Cleaner Low Watt Terbaik, Hemat Listrik
Hindari Makanan Berminyak

Berbuka dengan gorengan memang sangat menggoda. Namun harus diingat, makanan berminyak tinggi kalori dan lemak jenuh yang bisa menyebabkan kenaikan berat badan. Sebaiknya, pilih makanan ringan untuk berbuka yang dimasak dengan cara dikukus, direbus, atau dipanggang. Jika ingin tetap menikmati gorengan, batasi jumlahnya dan jangan setiap hari.
Cukupi Kebutuhan Cairan Tubuh
Pastikan Anda mencukupi kebutuhan cairan selama waktu berbuka hingga sahur, karena kekurangan cairan bisa memperlambat metabolisme dan membuat tubuh terasa lemas. Tubuh yang terhidrasi dengan baik juga akan membantu proses pembakaran lemak berjalan lebih optimal. Selain itu, hindari minuman bersoda atau tinggi gula karena hanya menambah kalori tanpa memberi banyak manfaat bagi tubuh.
Tidur yang Cukup

Kurang tidur bisa memengaruhi hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang. Akibatnya, Anda lebih mudah merasa lapar dan cenderung makan berlebihan. Usahakan tetap tidur cukup minimal 6-8 jam per hari, meskipun waktu Anda berkurang karena sahur.
Jangan Melewatkan Sahur
Sahur sangat mendukung keberhasilan diet selama Ramadhan karena akan membantu menjaga energi sepanjang hari. Melewatkan sahur membuat tubuh kekurangan energi dan justru meningkatkan risiko makan berlebihan saat berbuka. Pastikan menu sahur mengandung karbohidrat kompleks, protein, serat, dan cairan yang cukup supaya tubuh lebih berenergi dan terhindar dari rasa lapar ekstrem.
Tetap Berolahraga Secara Rutin

Diet yang sehat harus diimbangi dengan aktivitas fisik. Selama puasa Ramadhan, Anda tetap bisa berolahraga secara rutin asalkan memilih waktu dan intensitas yang tepat. Pilih olahraga ringan seperti jalan santai, yoga, atau peregangan untuk membantu menjaga kebugaran dan mempercepat metabolisme. Waktu yang disarankan adalah menjelang berbuka atau setelah berbuka puasa.
Tetap Beraktivitas Seperti Biasa
Puasa bukan alasan untuk bermalas-malasan. Tetaplah beraktivitas seperti biasa, baik bekerja, mengurus keluarga, maupun membersihkan rumah. Aktivitas harian membantu tubuh membakar kalori secara alami. Bahkan kegiatan sederhana seperti menyapu, mengepel, atau merapikan rumah membuat peluang menjaga berat badan tetap stabil selama Ramadhan menjadi lebih mudah.
Itulah beberapa tips diet saat puasa yang bisa Anda coba. Diet saat puasa Ramadhan bisa berhasil jika dilakukan dengan pola makan seimbang, kontrol porsi, cukupi kebutuhan cairan tubuh, dan tetap aktif bergerak. Aktivitas sederhana seperti membersihkan rumah bisa menjadi cara efektif untuk membantu menjaga berat badan.

Membersihkan rumah juga tidak selamanya melelahkan. Agar lebih hemat energi dan waktu, Anda bisa menggunakan vacuum cleaner untuk membantu bersih-bersih rumah. Pilih vacuum cleaner yang mampu membersihkan seluruh isi rumah, tanpa terkecuali, supaya lebih cepat, efisien, dan tidak melelahkan. Koleksi vacuum cleaner Tineco misalnya, dirancang dengan teknologi canggih yang membuat rutinitas bersih-bersih lebih efisien, anti-repot, dan desainya pun ergonomis, tanpa kabel.
Tineco juga mempunyai koleksi vacuum cleaner yang lengkap, mulai dari stick vacuum, vacuum cleaner portable, wet and dry vacuum, hingga steam cleaner, yang siap memenuhi berbagai kebutuhan pembersihan di rumah. Supaya rumah tetap bersih, tubuh tetap aktif, dan puasa bisa dijalani dengan lebih lancar, Anda bisa membeli vacuum cleaner Tineco di Website. Dapatkan jaminan produk asli, harga promo dan kemudahan pembayaran.